Kasifikasi ilmiah Baobab Leaf (Adansonia digitata)
Author: L.
| Domain: | Eukaryota |
| Kerajaan: | Plantae |
| Subkerajaan: | Viridiplantae |
| Infrakerajaan: | Streptophyta |
| Superdivisi: | Embryophyta |
| Divisi: | Tracheophyta |
| Subdivisi: | Spermatophytina |
| Kelas: | Magnoliopsida |
| Subkelas: | Rosidae |
| Ordo: | Malvales |
| Famili: | Malvaceae |
| Subfamili: | Bombacoideae |
| Tribus: | Adansonieae |
| Genus: | Adansonia |
| Spesies: | Adansonia digitata |
Adansonia digitata atau yang lebih dikenal sebagai pohon Baobab adalah salah satu tanaman paling ikonik dari benua Afrika. Pohon ini punya bentuk yang sangat unik, batang raksasanya yang tampak seperti membengkak mampu menyimpan ribuan liter air, yang membantunya bertahan hidup di lingkungan yang kering kerontang. Karena bentuknya yang aneh, penduduk lokal sering menyebutnya sebagai 'pohon terbalik' karena ranting-rantingnya yang gundul terlihat seperti akar yang mencuat ke langit.
Nggak cuma penampilannya aja yang unik, pohon ini juga punya peran krusial bagi ekosistem dan masyarakat sekitar. Buah baobab dikenal sebagai 'superfood' karena kandungan vitamin C-nya yang sangat tinggi, sementara bagian lain dari pohon ini sering dimanfaatkan untuk berbagai keperluan medis hingga bahan baku kerajinan. Dengan umur yang bisa mencapai ribuan tahun, pohon ini benar-benar jadi saksi bisu sejarah alam di tempat ia tumbuh.
Advertisement