Literatur

Studi Klinis & Meta-Analisis

  1. Pengaruh ekstrak Phyllanthus emblica terhadap profil lipid pada orang dewasa dengan hiperkolesterolemia ringan: uji acak terkontrol plasebo

    Tahun:
    2021
    Tipe:
    Randomized Controlled Trial
    Sampel:
    60 subjek dewasa usia 30–65 tahun dengan LDL 130–190 mg/dL dan tidak sedang menggunakan obat penurun lipid
    Dosis/Durasi:
    500 mg ekstrak Phyllanthus emblica terstandar sekali sehari selama 12 minggu
    Temuan:
    Suplementasi amla menurunkan LDL-C dan trigliserida secara signifikan dibandingkan plasebo. Kadar HDL-C juga meningkat ringan tanpa efek samping serius yang dilaporkan.
  2. Efektivitas Phyllanthus emblica terhadap kontrol glikemik pada diabetes melitus tipe 2: tinjauan sistematis dan meta-analisis uji acak terkontrol

    Tahun:
    2023
    Tipe:
    Systematic Review & Meta-Analisis
    Sampel:
    9 uji acak terkontrol dengan total 711 partisipan, sebagian besar pasien diabetes melitus tipe 2, durasi intervensi 8–24 minggu
    Dosis/Durasi:
    Dosis bervariasi: 250–1000 mg/hari ekstrak atau 3–6 g/hari bubuk buah, selama 8–24 minggu
    Temuan:
    Meta-analisis menunjukkan penurunan glukosa darah puasa dan HbA1c yang signifikan pada kelompok yang mendapat amla dibandingkan plasebo. Tidak ditemukan perbedaan bermakna pada kadar insulin puasa.
  3. Pengaruh amla (Phyllanthus emblica) terhadap tekanan darah dan fungsi endotel pada dewasa prehipertensi

    Tahun:
    2022
    Tipe:
    Randomized Controlled Trial
    Sampel:
    80 orang dewasa prehipertensi usia 40–60 tahun dengan tekanan darah 130–139/85–89 mmHg
    Dosis/Durasi:
    500 mg ekstrak amla dua kali sehari (total 1000 mg/hari) selama 8 minggu
    Temuan:
    Pemberian amla menurunkan tekanan darah sistolik dan diastolik secara moderat serta memperbaiki dilatasi aliran arteri brakialis. Efek ini diduga melalui peningkatan ketersediaan nitrat oksida.
  4. Ekstrak Phyllanthus emblica memperbaiki steatosis hati dan enzim transaminase pada pasien penyakit hati berlemak non-alkoholik: uji klinis acak tersamar ganda

    Tahun:
    2020
    Tipe:
    Randomized Controlled Trial
    Sampel:
    45 pasien NAFLD usia 35–70 tahun yang terdiagnosis ultrasonografi dan memiliki ALT/AST ≥ 1,5 kali batas normal
    Dosis/Durasi:
    Ekstrak air Phyllanthus emblica 1000 mg/hari terbagi dua kali sehari selama 24 minggu
    Temuan:
    Pemberian amla selama 24 minggu menurunkan kadar ALT, AST, dan derajat steatosis hati dibandingkan plasebo. Tidak terdapat perbedaan signifikan pada pengukuran elastografi hati.
  5. Suplementasi amla mengurangi stres oksidatif dan peradangan pada perokok kronis: uji silang acak tersamar ganda

    Tahun:
    2023
    Tipe:
    Randomized Crossover Trial
    Sampel:
    35 perokok pria kronis (≥ 10 batang/hari selama ≥ 5 tahun), usia 25–45 tahun
    Dosis/Durasi:
    500 mg ekstrak Phyllanthus emblica dua kali sehari selama 6 minggu, dilanjutkan washout 4 minggu
    Temuan:
    Amla menurunkan malondialdehida (MDA) dan protein C-reaktif (CRP) serta meningkatkan superoksida dismutase dan katalase. Efek antioksidan ini masih terdeteksi hingga 2 minggu setelah intervensi.
  6. Peran suplementasi Phyllanthus emblica terhadap berat badan dan lingkar pinggang pada kelebihan berat badan: meta-analisis uji acak terkontrol

    Tahun:
    2024
    Tipe:
    Meta-Analisis
    Sampel:
    12 uji acak terkontrol dengan total 812 subjek dewasa yang mengalami kelebihan berat badan atau obesitas
    Dosis/Durasi:
    Beragam dosis 250–1500 mg/hari, durasi 6–26 minggu
    Temuan:
    Meta-analisis menunjukkan penurunan kecil tetapi signifikan pada berat badan, indeks massa tubuh, dan lingkar pinggang. Efek lebih nyata pada durasi suplementasi ≥ 12 minggu dan dosis ≥ 500 mg/hari.
  7. Tinjauan sistematis dampak Phyllanthus emblica terhadap dislipidemia: dosis, durasi, dan efek pada LDL serta HDL

    Tahun:
    2022
    Tipe:
    Systematic Review
    Sampel:
    11 uji acak terkontrol dengan total 646 partisipan yang memiliki profil lipid abnormal dan/atau risiko kardiovaskular
    Dosis/Durasi:
    Dosis efektif 500–1000 mg/hari ekstrak terstandar atau 5–10 g/hari bubuk buah kering, selama 8–16 minggu
    Temuan:
    Sebagian besar studi melaporkan penurunan LDL-C dan kolesterol total yang bermakna setelah suplementasi amla. Peningkatan HDL-C belum konsisten antar studi.
  8. Efek anti-diabetes ekstrak Phyllanthus emblica terhadap penanda stres oksidatif pada pasien diabetes melitus tipe 2

    Tahun:
    2021
    Tipe:
    Randomized Controlled Trial
    Sampel:
    60 pasien diabetes melitus tipe 2 terkontrol sedang (HbA1c 7–9%), usia 30–70 tahun
    Dosis/Durasi:
    Kapsul ekstrak etanol amla 400 mg dua kali sehari selama 12 minggu
    Temuan:
    Amla menurunkan 8-OHdG serta meningkatkan glutation dan SOD serum. Perbaikan stres oksidatif berkaitan dengan penurunan HbA1c setelah intervensi.

Advertisement


Cari: