Literatur

Studi Klinis & Meta-Analisis

  1. Pimenta dioica (L.) Merr.: Tinjauan Sistematis terhadap Fitokimia dan Aktivitas Farmakologis

    Tahun:
    2021
    Tipe:
    Systematic Review
    Sampel:
    45 artikel in vitro, in vivo, dan studi klinis yang terbit tahun 2000–2021
    Dosis/Durasi:
    Tidak ada intervensi langsung; telaah terhadap rentang dosis 10–500 mg/kg pada model hewan.
    Temuan:
    Pimenta dioica mengandung senyawa utama eugenol, metil eugenol, dan β-kariofilena yang berkontribusi terhadap aktivitas antioksidan, antimikroba, dan anti-inflamasi. Tinjauan ini menegaskan potensi pengembangan P. dioica sebagai bahan obat herbal multiguna.
  2. Efek Antidiabetes Ekstrak Etanol Daun Pimenta dioica pada Tikus Diabetes Tipe 2

    Tahun:
    2022
    Tipe:
    Studi eksperimental acak terkontrol (RCT pada hewan)
    Sampel:
    36 ekor tikus Wistar jantan yang diinduksi streptozotocin-nikotinamid
    Dosis/Durasi:
    Dosis 125, 250, dan 500 mg/kgBB/hari secara oral selama 28 hari.
    Temuan:
    Pemberian ekstrak etanol daun P. dioica secara bermakna menurunkan glukosa darah puasa dan memperbaiki profil lipid. Efek terbesar terlihat pada dosis 500 mg/kgBB, setara dengan glibenklamid 5 mg/kgBB.
  3. Aktivitas Antimikroba dan Antibiofilm Minyak Atsiri Pimenta dioica terhadap Staphylococcus aureus

    Tahun:
    2020
    Tipe:
    Studi eksperimental laboratorik
    Sampel:
    Strain Staphylococcus aureus MRSA dan ATCC 25923
    Dosis/Durasi:
    Konsentrasi 0,1–10 µL/mL; inkubasi 24 jam pada suhu 37°C.
    Temuan:
    Minyak atsiri P. dioica menghambat pertumbuhan S. aureus dengan nilai KHM 0,78–3,12 µL/mL dan meningkatkan penghambatan pembentukan biofilm. Eugenol diduga menjadi senyawa aktif utama yang merusak membran sel bakteri.
  4. Kapasitas Antioksidan dan Efek Anti-Inflamasi Ekstrak Pimenta dioica pada Makrofag RAW264.7

    Tahun:
    2023
    Tipe:
    Studi eksperimental in vitro
    Sampel:
    Sel RAW264.7 dan pengukuran aktivitas antioksidan DPPH/ABTS
    Dosis/Durasi:
    Ekstrak diuji pada konsentrasi 10–200 µg/mL selama 24 jam; induksi LPS 1 µg/mL.
    Temuan:
    Ekstrak P. dioica menunjukkan aktivitas antioksidan yang setara dengan standar asam galat pada kadar tertentu. Pada sel RAW264.7 yang diberi lipopolisakarida, ekstrak menurunkan produksi NO dan TNF-α secara signifikan.
  5. Aktivitas Larvasida Minyak Atsiri Pimenta dioica terhadap Aedes aegypti

    Tahun:
    2021
    Tipe:
    Studi eksperimental laboratorik
    Sampel:
    Larva Aedes aegypti instar III dan IV
    Dosis/Durasi:
    Konsentrasi 10–200 µg/mL; pengamatan pada 24 dan 48 jam.
    Temuan:
    Minyak atsiri P. dioica bersifat toksik terhadap larva A. aegypti dengan LC50 sebesar 42,5 µg/mL setelah 24 jam. Kandungan eugenol dan metil eugenol menjadi penentu utama aktivitas larvasida.
  6. Pemanfaatan Minyak Atsiri Pimenta dioica sebagai Pengawet Alami Fillet Ayam: Kajian Antimikroba dan Sensoris

    Tahun:
    2022
    Tipe:
    Studi eksperimental aplikasi pangan
    Sampel:
    Fillet ayam yang diinokulasi Escherichia coli dan Listeria monocytogenes
    Dosis/Durasi:
    Konsentrasi 0,25–1,0% v/v; penyimpanan 4°C selama 12 hari.
    Temuan:
    Pelapisan minyak atsiri P. dioica pada fillet ayam menekan pertumbuhan E. coli dan L. monocytogenes serta memperpanjang umur simpan hingga 6 hari pada penyimpanan 4°C. Aroma eugenol masih dapat diterima pada konsentrasi 0,5% v/v.
  7. Aktivitas Sitotoksik dan Antiproliferatif Minyak Atsiri Pimenta dioica pada Sel Kanker Kolon HT-29

    Tahun:
    2024
    Tipe:
    Studi eksperimental in vitro
    Sampel:
    Sel HT-29 (kanker kolon) dan sel normal CCD-18Co
    Dosis/Durasi:
    Paparan 24, 48, dan 72 jam; konsentrasi 0–200 µg/mL.
    Temuan:
    Minyak atsiri P. dioica menghambat proliferasi sel HT-29 dengan nilai IC50 sebesar 25,3 µg/mL dan tidak bersifat sitotoksik terhadap sel normal pada dosis 10 µg/mL. Efek induksi apoptosis dikaitkan dengan peningkatan ekspresi kaspase-3.

Advertisement


Cari: