Literatur

Studi Klinis & Meta-Analisis

  1. Akar wangi (Chrysopogon zizanioides) sebagai bioresource ramah lingkungan dan berkelanjutan untuk fitoremediasi

    Tahun:
    2021
    Tipe:
    Systematic Review
    Sampel:
    Review terhadap artikel-artikel Scopus dan PubMed yang membahas fitoremediasi logam berat menggunakan akar wangi.
    Dosis/Durasi:
    Tidak relevan karena merupakan studi pustaka.
    Temuan:
    Akar wangi mampu mengakumulasi logam berat seperti Pb, Cd, Zn, dan Cu terutama pada bagian akar. Tanaman ini toleran terhadap cekaman logam dan berpotensi besar untuk restorasi lahan tercemar.
  2. Peran asam sitrat dalam meningkatkan fitoremediasi kadmium dan timbal oleh akar wangi (Chrysopogon zizanioides) pada tanah tercemar

    Tahun:
    2022
    Tipe:
    Studi eksperimental (greenhouse)
    Sampel:
    Tanah tercemar Cd dan Pb; 40 pot percobaan dengan perlakuan asam sitrat 0, 5, dan 10 mmol/kg.
    Dosis/Durasi:
    Asam sitrat 5–10 mmol/kg tanah diberikan sekali, dengan masa pemeliharaan 60 hari.
    Temuan:
    Pemberian asam sitrat 10 mmol/kg meningkatkan akumulasi Cd dan Pb pada akar wangi hingga dua kali lipat dibandingkan kontrol. Nilai faktor translokasi kurang dari 1 menunjukkan mekanisme fitostabilisasi.
  3. Evaluasi lahan basah buatan menggunakan akar wangi (Chrysopogon zizanioides) untuk pengolahan air limbah domestik

    Tahun:
    2020
    Tipe:
    Studi eksperimental (pilot-scale)
    Sampel:
    Reaktor constructed wetland skala pilot dengan tiga variasi waktu retensi hidraulik: 3, 5, dan 7 hari.
    Dosis/Durasi:
    Waktu retensi hidraulik 3–7 hari; pengoperasian reaktor selama 90 hari.
    Temuan:
    Akar wangi efektif menurunkan BOD, COD, dan TSS masing-masing hingga 85%, 82%, dan 90%. Efisiensi penyisihan meningkat seiring bertambahnya waktu retensi.
  4. Komposisi kimia dan aktivitas antibakteri minyak atsiri akar wangi (Chrysopogon zizanioides) asal Indonesia

    Tahun:
    2021
    Tipe:
    Studi in vitro
    Sampel:
    Minyak atsiri diekstraksi dari akar wangi asal Jawa Barat; diuji terhadap Staphylococcus aureus, Escherichia coli, dan Candida albicans.
    Dosis/Durasi:
    Konsentrasi minyak atsiri 0,05%; 0,1%; 0,5%; dan 1% (v/v); inkubasi 24 jam pada 37°C.
    Temuan:
    Minyak atsiri akar wangi menunjukkan aktivitas penghambatan yang lebih kuat terhadap bakteri Gram positif dibandingkan Gram negatif. Komponen utama yang teridentifikasi antara lain vetivernol, khushimol, dan beta-vetivon.
  5. Potensi akar wangi (Chrysopogon zizanioides) dalam meningkatkan degradasi total petroleum hydrocarbon pada tanah tercemar minyak bumi

    Tahun:
    2023
    Tipe:
    Studi eksperimental lapangan
    Sampel:
    Tanah tercemar minyak bumi dengan konsentrasi TPH sekitar 25.000 mg/kg; 24 plot dengan dan tanpa pemberian biochar.
    Dosis/Durasi:
    Biochar 2–5% (w/w); periode observasi 120 hari.
    Temuan:
    Setelah 120 hari, akar wangi menurunkan TPH sebesar 45% dengan biochar dan 28% tanpa biochar. Peningkatan populasi mikroba rhizosfer menunjukkan peran mikroba pendukung dalam degradasi hidrokarbon.
  6. Akumulasi dan toleransi kromium heksavalen oleh akar wangi (Chrysopogon zizanioides) dalam sistem hidroponik

    Tahun:
    2020
    Tipe:
    Studi eksperimental hidroponik
    Sampel:
    Tanaman akar wangi berumur 8 minggu (5 ulangan per perlakuan) dibiakkan dalam larutan Hoagland; konsentrasi Cr(VI) 0, 25, 50, 100, dan 200 mg/L.
    Dosis/Durasi:
    Paparan Cr(VI) 0–200 mg/L dalam larutan Hoagland selama 14 hari.
    Temuan:
    Akar wangi toleran terhadap Cr(VI) hingga 100 mg/L dan mengakumulasi kromium hingga 2.580 mg/kg terutama pada akar. Pada konsentrasi 200 mg/L muncul gejala klorosis dan biomassa menurun hingga 55%.

Advertisement


Cari: